Langsung ke konten utama

$76K Sudah Diketuk Dua Kali — Tembok Ini Mau Jebol atau Justru Makin Kokoh? | Catatan Harian Bitcoin #002


16 April 2026, 08:00 WIB

Dua hari berturut-turut Bitcoin mencoba menembus $76,000. Dua kali juga gagal. Tapi yang bikin gue lebih penasaran bukan soal harga yang balik turun — melainkan apa yang terjadi di balik layar selama dua hari ini.

Spoiler: ada sesuatu yang cukup besar yang sedang bergerak diam-diam.


Kilasan Dua Hari Terakhir

Selasa, 14 April, Bitcoin sempat menyentuh $75,900 — level tertinggi sejak crash 5 Februari. Lalu balik ke $74,000. Kemarin, 15 April, harga stagnan di kisaran $74,286 — nyaris tidak bergerak dibanding sehari sebelumnya. [Fortune]

Setelah sempat melewati $76,000, harga berbalik ke bawah $74,000, memperpanjang perjuangan dua bulan terakhir untuk mempertahankan breakout yang sesungguhnya. [CoinDesk]

Tapi justru di sinilah ceritanya mulai menarik.


Hari Ini Ada Apa? CLARITY Act Roundtable

Hari ini, 16 April 2026, SEC menggelar roundtable resmi membahas CLARITY Act — undang-undang yang bertujuan mendefinisikan secara jelas aset kripto dalam kerangka regulasi Amerika Serikat. Para trader memantau roundtable SEC untuk CLARITY Act pada 16 April sebagai titik ayun potensial untuk pergerakan harga berikutnya. [CoinGabbar]

Ini bukan berita kecil. Kalau CLARITY Act memberikan sinyal positif hari ini, ini bisa jadi katalis baru yang mendorong institutional money masuk lebih deras. Kalau hasilnya ambigu atau negatif, $76,000 bisa jadi tembok yang makin kokoh dalam jangka pendek.

Gue tandai ini sebagai variabel terpenting hari ini.


Yang Kata Data On-Chain

Sementara harga bolak-balik di area $74,000–$76,000, sesuatu yang lebih sunyi terjadi di lapisan bawah.

Spot Bitcoin ETF mencatat net inflow sebesar $358,1 juta pada 10 April — angka tertinggi dalam sehari sejak awal Maret — dipimpin oleh BlackRock IBIT ($269,3 juta) dan Fidelity FBTC ($53,3 juta). [SpotedCrypto]

Dan ini yang lebih penting: total inflow kumulatif spot Bitcoin ETF di AS kini sudah melampaui $56 miliar, yang dilihat analis sebagai fondasi permintaan jangka panjang yang solid. [SpotedCrypto / CoinDesk]

Artinya institusi besar tidak sedang panik. Mereka sedang belanja.

Di sisi lain, funding rate di Bitcoin perpetuals Binance masih negatif selama 46 hari berturut-turut — pola yang terakhir kali terjadi setelah crash FTX 2022, yang justru menandai dasar bear market saat itu. [CoinDesk]

Mayoritas trader ritel masih short. Dan kalau harga naik lebih jauh, mereka semua bisa kena short squeeze yang mendorong harga jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.


Konteks Makro: Perang dan Pasar

Salah satu alasan utama kenapa Bitcoin bisa bounce kencang minggu ini adalah perkembangan geopolitik. Optimisme seputar kemajuan negosiasi damai AS-Iran memicu penurunan tajam harga minyak dan reli di seluruh pasar aset berisiko. [Fortune]

Nasdaq mencatat kemenangan 11 hari berturut-turut. S&P 500 nyaris menyentuh all-time high baru. Bitcoin masih tertinggal sekitar 40% dari rekor $126,000-nya — kontras tajam dengan pasar saham yang sudah pulih penuh. [CoinDesk]

Kesenjangan ini bisa dibaca dua cara: Bitcoin ketinggalan rally, atau Bitcoin punya ruang naik yang jauh lebih besar dibanding saham yang sudah di puncak.


Keputusan Gue Hari Ini

Berdasarkan semua yang gue baca dan analisis pagi ini, begini posisi gue secara pribadi:

Aksi Persentase
🟢 Beli 50%
🟡 Hold 45%
🔴 Jual 5%

Kenapa sedikit lebih hati-hati dari kemarin?
Kemarin gue di 55% Beli, hari ini turun sedikit ke 50%. Alasannya sederhana: $76,000 sudah diketuk dua kali dan gagal. Sebelum ada konfirmasi breakout yang bersih, ada baiknya tidak terlalu agresif. Posisi hold naik karena buat yang sudah punya BTC, ini bukan saat yang tepat untuk panik.

Kenapa masih condong Beli?
ETF inflow menguat, whale akumulasi, supply di exchange menipis, dan hari ini ada CLARITY Act roundtable yang bisa jadi katalis positif. Fundamental jangka menengah masih kuat.

Soal angka Jual 5%:
Sama seperti kemarin — buat gue pribadi, belum ada alasan untuk jual dalam jumlah besar. Angka 5% itu lebih ke posisi berjaga-jaga, bukan keputusan aktif.


⚠️ Tulisan ini adalah catatan pribadi yang kebetulan dipublikasikan secara terbuka. Bukan saran investasi, bukan rekomendasi beli atau jual, dan bukan ajakan untuk melakukan apapun dengan uang siapapun. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab masing-masing individu. Konsultasikan dengan pihak yang kompeten sebelum berinvestasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitocracy Bab 1: Kelahiran Bitcoin — Ketika Dunia Runtuh dan Seseorang Membangun Solusinya

1.1 Hari Ketika Sistem Memperlihatkan Wajah Aslinya Sebelum kita ngomongin Bitcoin, gue mau ngajak lo mundur dulu ke sebuah momen — momen di mana sistem keuangan dunia, yang selama ini lo percaya, tiba-tiba memperlihatkan wajah aslinya. 15 September 2008.  Hari itu, jutaan orang di seluruh dunia menyalakan TV mereka dan menyaksikan sesuatu yang gak pernah mereka bayangkan bakal terjadi: Lehman Brothers, salah satu bank investasi terbesar di Amerika Serikat dengan aset senilai $639 miliar, resmi mengajukan kebangkrutan.  Ini menjadi kebangkrutan korporasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat — dengan utang mencapai $613 miliar — yang memaksa ribuan karyawan kehilangan pekerjaan sekaligus menyeret perekonomian global yang sudah goyah ke dalam jurang yang jauh lebih dalam. NPR Kantor pusat Lehman Brothers di New York pada 15 September 2008, mengajukan permohonan kebangkrutan (Mark Lennihan/AP) Dalam hitungan jam, kepanikan menyebar ke seluruh penjuru dunia.  Kejatuhan ...

Bitocracy Bab 2: Cara Kerja Bitcoin — Mesin di Balik Uang

2.1 Apa Itu Blockchain? Di bab sebelumnya, kita sudah ngomongin mengapa Bitcoin lahir — kemarahan terhadap sistem yang rusak, krisis 2008, skandal Bank Century, dan impian sekelompok kriptografer tentang uang yang benar-benar bebas.  Tapi mengetahui motivasinya saja belum cukup.  Sekarang kita masuk ke pertanyaan yang lebih menantang:  bagaimana sebenarnya cara kerjanya? Karena kalau Bitcoin mau jadi pengganti ratusan tahun infrastruktur perbankan, ia harus berdiri di atas pondasi yang jauh lebih kuat dari sekadar niat baik dan semangat revolusi. Jawabannya dimulai dari satu kata yang mungkin sudah sering lo dengar, tapi hampir pasti masih kabur di kepala:  Blockchain . Kata ini sudah jadi salah satu kata paling sering dipakai sekaligus paling sering disalahpahami.  Dipakai startup biar kedengaran canggih.  Dipakai politisi yang nggak ngerti tapi pengen kedengeran melek teknologi.  Dan dipakai orang-orang di warung kopi yang baru beli Bitcoin tig...

Bitocracy Bab 3: Bitcoin vs. Uang Konvensional — Dua Dunia yang Bertabrakan

3.1 Sejarah Singkat Uang: Dari Barter ke Kertas Di dua bab sebelumnya, kita sudah ngomongin mengapa Bitcoin lahir dan bagaimana cara kerjanya secara teknis.  Tapi sebelum kita bisa benar-benar menilai apakah Bitcoin adalah sesuatu yang revolusioner atau sekadar hype yang mahal, kita perlu mundur dulu dan bertanya satu pertanyaan yang kelihatannya sederhana tapi ternyata sangat dalam: Sebenarnya, apa itu uang? Bukan uang dalam artian "duit yang ada di dalam dompet."  Maksud gue, uang sebagai sebuah konsep.  Kenapa kita percaya bahwa selembar kertas bergambar Soekarno-Hatta itu punya nilai?  Siapa yang memutuskan?  Dan kalau jawabannya bisa berubah sepanjang sejarah — dan ternyata memang bisa — maka pertanyaan berikutnya menjadi sangat relevan: siapa bilang sistem yang kita pakai sekarang adalah yang gak akan pernah digantikan? Mari kita mulai dari awal. Sebelum ada uang, manusia bertransaksi dengan sistem barter.  Lo punya ayam, gue punya beras, kita ...