Langsung ke konten utama

Catatan Harian Bitcoin #004: Akhir Pekan yang Sepi, Tapi Ada yang Diam-Diam Bergerak


19 April 2026, 08:00 WIB

Akhir pekan biasanya sepi di pasar kripto. Tidak ada jam buka pasar saham, tidak ada rapat pejabat negara, tidak ada konferensi pers. Tapi justru di keheningan seperti ini, kadang hal-hal penting bergerak tanpa banyak orang sadari.

Dan minggu ini, ada cukup banyak hal yang perlu dicerna sebelum pekan baru dimulai besok.


Harga: Akhirnya Bergerak ke Atas

Setelah berminggu-minggu bolak-balik di kisaran yang sama, Bitcoin akhirnya mulai merangkak naik. Kemarin, 17 April, harga tercatat di $75.746 — naik hampir $1.000 dari hari sebelumnya. (Fortune)

Ini adalah pergerakan yang gue tunggu-tunggu. Bukan karena angkanya dramatis, tapi karena arahnya: setelah berkali-kali mentok di $76.000, kini harga mulai mendekat lagi dari bawah dengan momentum yang lebih pelan tapi lebih stabil.

Pertanyaan besarnya tetap sama: apakah kali ini $76.000 bisa ditembus dan ditutup di atasnya?


Institusi Besar Justru Makin Agresif

Sementara banyak orang masih ragu-ragu, institusi keuangan besar malah diam-diam terus menambah posisi.

Jumat lalu, 18 April, klien-klien BlackRock membeli Bitcoin senilai $284 juta dalam satu hari — di tengah situasi geopolitik yang masih tidak menentu. (CoinMarketCap) Ini bukan angka kecil. Ini setara dengan hampir setengah nilai proyek infrastruktur jalan tol di Indonesia yang sering kita dengar.

Di hari yang sama, Morgan Stanley resmi meluncurkan ETF Bitcoin miliknya sendiri — dengan fitur menarik: semua dompet aset yang dipegang bisa dilacak secara terbuka melalui data on-chain. (CoinMarketCap) Ini langkah yang menunjukkan kepercayaan diri — bukan institusi yang masih malu-malu, tapi institusi yang sudah siap diaudit publik.

Total dana yang sudah masuk ke seluruh ETF Bitcoin di Amerika Serikat kini melampaui $56 miliar. (CoinDesk) Untuk konteks: angka itu lebih besar dari cadangan devisa beberapa negara berkembang.


Data On-Chain: Sinyal yang Belum Berubah

Gue cek ulang data on-chain pekan ini, dan gambarannya masih konsisten dengan minggu-minggu sebelumnya.

Cadangan Bitcoin di bursa-bursa kripto terus menipis, kini hanya sekitar 2,21 juta BTC atau kurang dari 6% dari total Bitcoin yang beredar — angka terendah sejak 2017. (SpotedCrypto) Ini artinya makin sedikit Bitcoin yang siap dijual kapan saja.

Di sisi lain, pemegang Bitcoin jangka panjang justru makin banyak. Rasio kepemilikan jangka panjang kini menyentuh 78,3% dari total supply — artinya hampir 4 dari setiap 5 Bitcoin yang beredar dipegang oleh orang-orang yang tidak berniat jual dalam waktu dekat. (SpotedCrypto)

Kondisi ini menciptakan situasi yang menarik: kalau ada permintaan besar masuk tiba-tiba — misalnya karena berita positif dari CLARITY Act atau perkembangan damai AS-Iran — tidak banyak Bitcoin yang tersedia untuk dijual, sehingga harga bisa melompat lebih kencang dari yang diperkirakan.


Radar Minggu Ini: Tiga Tanggal Merah

Masuk ke pekan baru, ada tiga peristiwa yang gue tandai dan akan gue ikuti satu per satu:

Tanggal Peristiwa Potensi Dampak
22 April Gencatan senjata AS-Iran berakhir Tinggi — ke dua arah 🔴🟢
Akhir April Pembahasan CLARITY Act di Senat AS Tinggi — berpotensi bullish kuat 🟢
28–29 April Rapat The Fed (terakhir Powell) Sedang 🟡

Yang paling dekat dan paling tidak bisa diprediksi adalah 22 April. Kalau gencatan senjata ini berakhir tanpa kesepakatan lanjutan dan konflik kembali panas, harga minyak dunia bisa melonjak dan menekan semua aset berisiko termasuk Bitcoin. Sebaliknya, kalau ada kabar perdamaian yang lebih permanen, ini bisa jadi bahan bakar tambahan untuk naik.


Keputusan Gue Hari Ini

Mempertimbangkan semua kondisi di atas, keputusan gue hari ini adalah: Hold — tunggu dan lihat dulu.

Bukan karena kondisi fundamentalnya jelek — justru sebaliknya, fundamentalnya bagus. Tapi karena dalam tiga hari ke depan ada peristiwa besar yang bisa membalik situasi ke segala arah. Masuk dengan posisi baru tepat sebelum ketidakpastian sebesar ini terasa seperti terlalu terburu-buru.

Kalau 22 April lewat tanpa drama dan harga masih bertahan di atas $74.000, kemungkinan besar gue akan mulai mempertimbangkan beli lagi secara bertahap. Bukan sekaligus — tapi sedikit-sedikit sambil mengikuti perkembangan CLARITY Act.

Untuk jual? Gue belum melihat alasan untuk itu sekarang, baik sebagian maupun seluruhnya.


⚠️ Tulisan ini adalah catatan pribadi yang kebetulan dipublikasikan secara terbuka. Bukan saran investasi, bukan rekomendasi beli atau jual, dan bukan ajakan untuk melakukan apapun dengan uang siapapun. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab masing-masing individu. Konsultasikan dengan pihak yang kompeten sebelum berinvestasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitocracy Bab 1: Kelahiran Bitcoin — Ketika Dunia Runtuh dan Seseorang Membangun Solusinya

1.1 Hari Ketika Sistem Memperlihatkan Wajah Aslinya Sebelum kita ngomongin Bitcoin, gue mau ngajak lo mundur dulu ke sebuah momen — momen di mana sistem keuangan dunia, yang selama ini lo percaya, tiba-tiba memperlihatkan wajah aslinya. 15 September 2008.  Hari itu, jutaan orang di seluruh dunia menyalakan TV mereka dan menyaksikan sesuatu yang gak pernah mereka bayangkan bakal terjadi: Lehman Brothers, salah satu bank investasi terbesar di Amerika Serikat dengan aset senilai $639 miliar, resmi mengajukan kebangkrutan.  Ini menjadi kebangkrutan korporasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat — dengan utang mencapai $613 miliar — yang memaksa ribuan karyawan kehilangan pekerjaan sekaligus menyeret perekonomian global yang sudah goyah ke dalam jurang yang jauh lebih dalam. NPR Kantor pusat Lehman Brothers di New York pada 15 September 2008, mengajukan permohonan kebangkrutan (Mark Lennihan/AP) Dalam hitungan jam, kepanikan menyebar ke seluruh penjuru dunia.  Kejatuhan ...

Bitocracy Bab 2: Cara Kerja Bitcoin — Mesin di Balik Uang

2.1 Apa Itu Blockchain? Di bab sebelumnya, kita sudah ngomongin mengapa Bitcoin lahir — kemarahan terhadap sistem yang rusak, krisis 2008, skandal Bank Century, dan impian sekelompok kriptografer tentang uang yang benar-benar bebas.  Tapi mengetahui motivasinya saja belum cukup.  Sekarang kita masuk ke pertanyaan yang lebih menantang:  bagaimana sebenarnya cara kerjanya? Karena kalau Bitcoin mau jadi pengganti ratusan tahun infrastruktur perbankan, ia harus berdiri di atas pondasi yang jauh lebih kuat dari sekadar niat baik dan semangat revolusi. Jawabannya dimulai dari satu kata yang mungkin sudah sering lo dengar, tapi hampir pasti masih kabur di kepala:  Blockchain . Kata ini sudah jadi salah satu kata paling sering dipakai sekaligus paling sering disalahpahami.  Dipakai startup biar kedengaran canggih.  Dipakai politisi yang nggak ngerti tapi pengen kedengeran melek teknologi.  Dan dipakai orang-orang di warung kopi yang baru beli Bitcoin tig...

Bitocracy Bab 3: Bitcoin vs. Uang Konvensional — Dua Dunia yang Bertabrakan

3.1 Sejarah Singkat Uang: Dari Barter ke Kertas Di dua bab sebelumnya, kita sudah ngomongin mengapa Bitcoin lahir dan bagaimana cara kerjanya secara teknis.  Tapi sebelum kita bisa benar-benar menilai apakah Bitcoin adalah sesuatu yang revolusioner atau sekadar hype yang mahal, kita perlu mundur dulu dan bertanya satu pertanyaan yang kelihatannya sederhana tapi ternyata sangat dalam: Sebenarnya, apa itu uang? Bukan uang dalam artian "duit yang ada di dalam dompet."  Maksud gue, uang sebagai sebuah konsep.  Kenapa kita percaya bahwa selembar kertas bergambar Soekarno-Hatta itu punya nilai?  Siapa yang memutuskan?  Dan kalau jawabannya bisa berubah sepanjang sejarah — dan ternyata memang bisa — maka pertanyaan berikutnya menjadi sangat relevan: siapa bilang sistem yang kita pakai sekarang adalah yang gak akan pernah digantikan? Mari kita mulai dari awal. Sebelum ada uang, manusia bertransaksi dengan sistem barter.  Lo punya ayam, gue punya beras, kita ...