Langsung ke konten utama

$80.000 Akhirnya Jebol — Gara-gara "Project Freedom" Trump di Selat Hormuz


5 Mei 2026, 08:00 WIB

Semalam terjadi sesuatu yang sudah empat kali gagal terjadi selama dua bulan terakhir.

Bitcoin akhirnya menembus $80.000.

Tepatnya dini hari tadi ketika sesi perdagangan Asia di Singapura dibuka, Bitcoin menyentuh $80.529 — level tertinggi sejak 31 Januari. Setelah berbulan-bulan dihadang di angka itu, tembok $80.000 akhirnya jebol juga. (24/7 Wall St.)

Dan katalisnya bukan laporan Strategy, bukan CLARITY Act, bukan data ETF — melainkan pengumuman militer dari Gedung Putih bernama "Project Freedom."


Apa Itu "Project Freedom"?

Kemarin malam, Trump mengumumkan operasi militer Amerika bernama "Project Freedom" — sebuah misi untuk mengawal kapal-kapal dagang yang terjebak di Selat Hormuz agar bisa melintas dengan aman mulai Senin pagi waktu Timur Tengah. (24/7 Wall St.)

Ini bukan perjanjian damai. Tapi ini adalah tanda bahwa jalur perdagangan minyak dunia yang selama dua bulan terakhir tersumbat akan mulai terbuka kembali. Harga minyak Brent yang sempat melonjak ke $126 per barel pekan lalu langsung turun kembali ke sekitar $107. Pasar minyak bernapas lega, dan Bitcoin ikut merasakannya.

Efek dominonya cepat: sekitar $303 juta posisi taruhan harga turun di Bitcoin terpaksa ditutup paksa dalam 24 jam — $108 juta di antaranya terjadi dalam satu jam saja ketika Bitcoin berhasil bertahan di atas $80.000. Orang-orang yang sudah pasang taruhan harga akan turun terpaksa beli Bitcoin di harga yang terus naik untuk menutup posisi mereka. Ini yang mempercepat kenaikannya. (24/7 Wall St.)


Harga Pagi Ini: Sedikit Mendingin Tapi Tetap di Atas $79.500

Setelah menyentuh $80.529, harga sedikit turun ke kisaran $79.500–$80.025 pagi ini — wajar setelah pergerakan yang cukup kencang semalam. (CoinCodex)

Yang penting bukan angka pastinya, melainkan fakta bahwa untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, Bitcoin sedang "bermain" di sisi yang benar dari $80.000. Ini bukan sekadar angka psikologis. Bitcoin juga baru saja merebut kembali zona support bull market jangka panjangnya — yang sudah ditinggalkan sejak November 2025. Empat kali sebelumnya, harga mencoba tapi gagal masuk ke zona ini. Kali ini berhasil. (24/7 Wall St.)


Tapi Ada Satu Catatan yang Perlu Diingat

Rally dari $66.000 ke $79.000 sepanjang April kemarin ternyata lebih banyak digerakkan oleh posisi beli spekulatif di futures — bukan oleh pembelian Bitcoin sungguhan di pasar spot. Pola ini pernah terjadi sebelumnya: tepat sebelum bear market 2022 dimulai. (24/7 Wall St.)

Artinya kenaikan kemarin belum sepenuhnya "bersih." Supaya rally ini bisa berlanjut ke $82.000 dan seterusnya, dibutuhkan pembelian nyata dari ETF dan institusi — bukan hanya dari trader yang pasang taruhan naik di futures. Data ETF hari Jumat kemarin memang mulai membaik dengan masukan $630 juta dalam sehari. Tapi tren ini perlu berlanjut.

Gue catat ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan supaya keputusan yang diambil tetap berdasarkan fakta yang lengkap — bukan sekadar euforia angka bulat.


Laporan Strategy Hari Ini — Momen yang Ditunggu

Hari ini juga jadwal laporan keuangan Strategy untuk kuartal pertama 2026. Ini yang sudah gue pantau sejak beberapa hari lalu.

Dengan harga Bitcoin sekarang di atas $80.000 — melewati harga rata-rata beli Strategy di $75.537 — posisi Strategy yang tadinya merugi di atas kertas kini justru sudah kembali untung. Ini mengubah narasi laporan hari ini secara signifikan. Bukan lagi soal "seberapa besar kerugian mereka" — melainkan "apakah Saylor masih akan terus beli?" (24/7 Wall St.)

Kalau jawabannya ya — dan hampir pasti iya mengingat rekam jejaknya — pasar kemungkinan akan merespons positif dan bisa mendorong harga lebih jauh ke atas $82.000.


Keputusan Gue Hari Ini

Keputusan gue hari ini: Beli — tapi bertahap dan tidak sekaligus.

Breakout $80.000 yang terkonfirmasi semalam, ditambah dengan perebutan kembali zona bull market support, adalah dua sinyal yang cukup kuat untuk menambah posisi. Gue akan masuk hari ini — tapi tidak sekaligus. Mengingat rally ini masih lebih banyak digerakkan oleh posisi spekulatif daripada pembelian spot yang sesungguhnya, ada risiko pullback ke $78.000 setelah euforia semalam mereda.

Rencananya: masuk sebagian hari ini, dan kalau harga pullback ke $78.000–$79.000 dalam beberapa hari ke depan, itu justru kesempatan untuk tambah lagi di harga yang lebih murah. Target berikutnya yang gue pantau adalah $82.228 — moving average 200 hari yang belum pernah dilewati selama tujuh bulan terakhir. Kalau minggu ini Bitcoin berhasil menutup pekan di atas angka itu, thesis bullish kita benar-benar terkonfirmasi.


⚠️ Tulisan ini adalah catatan pribadi yang kebetulan dipublikasikan secara terbuka. Bukan saran investasi, bukan rekomendasi beli atau jual, dan bukan ajakan untuk melakukan apapun dengan uang siapapun. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab masing-masing individu. Konsultasikan dengan pihak yang kompeten sebelum berinvestasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitocracy Bab 13: Ketimpangan Sosial dan Ekonomi — Untuk Siapa Bitcoin Sebenarnya?

13.1 Siapa yang Sebenarnya Memiliki Bitcoin? Masalah Konsentrasi Kekayaan Ada sebuah ironi yang cukup berat untuk diabaikan. Bitcoin lahir dari krisis keuangan 2008 — saat bank-bank besar dapat suntikan dana dari pemerintah sementara rakyat biasa menanggung akibatnya. Satoshi Nakamoto menyematkan pesan soal bailout bank di blok pertama Bitcoin bukan tanpa maksud. Tujuannya jelas: menciptakan sistem keuangan yang gak bisa dikuasai segelintir orang. Nah, pertanyaannya... Apakah kenyataannya memang begitu? Siapa yang Pegang Paling Banyak? Berdasarkan data analitik blockchain Arkham pada 2026, Satoshi Nakamoto masih jadi pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Mengacu pada pola penambangan awal yang dikenal sebagai Patoshi Pattern, Satoshi diperkirakan menguasai sekitar 1,096 juta BTC — dan dompet-dompet itu gak pernah aktif selama bertahun-tahun. Lebih dari sejuta Bitcoin yang gak pernah bergerak. Kalau dinilai pada harga ATH Oktober 2025 di angka $126.000, itu setara sekitar 75 m...

Bitocracy Bab 1: Kelahiran Bitcoin — Ketika Dunia Runtuh dan Seseorang Membangun Solusinya

Lo pernah ngerasa nggak sih, kalau kadang sistem yang katanya udah paling bener dan kokoh itu, ternyata bisa goyah juga? Kayak bangunan pencakar langit yang megah, tapi pondasinya rapuh. Nah, persis kayak gitu yang kejadian di tahun 2008. Di tahun yang mungkin nggak banyak dari kita yang inget detailnya, apalagi kalau lo masih kecil atau bahkan belum lahir. Tapi, buat gue dan banyak orang lain, tahun itu jadi penanda penting. Penanda bahwa ada yang salah, bahkan sangat salah, dengan cara dunia mengatur uang dan ekonomi. Dan dari keruntuhan itu, munculah sebuah ide gila yang sekarang kita kenal sebagai Bitcoin. 1.1 Hari Ketika Sistem Memperlihatkan Wajah Aslinya Bayangin, di tahun 2008, dunia lagi asyik-asyiknya dengan euforia ekonomi. Kredit gampang banget didapat, harga properti melambung tinggi, semua orang merasa bisa jadi kaya mendadak. Ini bukan cuma di Amerika, tapi sentimen optimisme berlebihan ini juga dirasakan di banyak negara, termasuk di Indonesia, meskipun dengan skala yan...

Bitocracy Bab 14: Disinformasi, Media, dan Manipulasi Pasar — Jangan Percaya Begitu Saja

14.1 Bagaimana Narasi Media Menggerakkan Harga Bitcoin Ada sebuah eksperimen sederhana yang bisa lo coba sendiri. Buka Google Berita, ketik "Bitcoin", lalu perhatikan judulnya.  Kalau harga lagi naik, judulnya berbunyi: "Bitcoin Meroket, Saatnya Masuk Pasar?"   Kalau harga lagi turun, judulnya berbunyi: "Bitcoin Ambruk, Investor Panik Besar-Besaran."   Kalau harga lagi stagnan, judulnya berbunyi: "Bitcoin Menunggu Katalis, Ke Mana Arah Selanjutnya?" Gak ada yang benar-benar memberitahu lo sesuatu yang berguna.  Tapi semuanya berhasil membuat lo merasa harus melakukan sesuatu. Pergerakan harga aset kripto sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar, berita, dan narasi yang berkembang.  Setiap kali ada berita positif — adopsi perusahaan besar, kemajuan teknologi, regulasi yang menguntungkan — harga bisa melonjak karena kepercayaan investor ikut naik.  Sebaliknya, berita negatif seperti peretasan, penipuan, atau larangan regulasi bisa memicu penuruna...