Langsung ke konten utama

Catatan Harian Bitcoin #005: BlackRock Borong Tiap Hari, Tapi Harga Masih Muter di Situ-Situ Aja — Kenapa?


20 April 2026, 08:00 WIB

Ada yang janggal minggu ini.

Di satu sisi, BlackRock sudah membeli Bitcoin selama delapan hari berturut-turut tanpa jeda. Total yang mereka serok dalam dua hari saja mencapai $505 juta. Kamis lalu, seluruh ETF Bitcoin di Amerika menyedot dana masuk sebesar $664 juta dalam sehari — angka tertinggi sejak Januari. Di hari yang sama, anggota DPR Amerika Serikat ikut-ikutan beli saham ETF Bitcoin BlackRock senilai ratusan ribu dolar.

Tapi harganya? Masih parkir di kisaran $74.000–$76.000. Sudah hampir dua bulan di sana.

Ini yang mau gue coba bongkar pagi ini.


Harga Terkini

Per dini hari tadi, Bitcoin berada di kisaran $74.677. Prediksi jangka pendek dari beberapa model teknikal memperkirakan harga bisa berada di rentang $75.711–$78.505 dalam 10 hari ke depan — tapi ini bukan kepastian, hanya proyeksi. (CoinLore)

Yang lebih menarik buat gue bukan angka prediksinya, tapi fakta bahwa harga belum kemana-mana meski uang institusi terus masuk. Ini pertanda apa?


Kenapa Harga Belum Naik Padahal Duit Terus Masuk?

Ini pertanyaan yang wajar dan jawabannya cukup masuk akal.

Ketika dana ETF sebesar $664 juta masuk dalam sehari, itu artinya pengelola ETF harus beli Bitcoin sungguhan di pasar untuk menutup posisi mereka. Tapi di saat bersamaan, ada pihak-pihak lain yang menjual — baik penambang yang butuh biaya operasional, maupun investor lama yang ambil untung setelah harga naik dari $60.000.

Ibaratnya seperti ember yang diisi air dari atas, tapi ada lubang di bawahnya. Air tetap masuk, tapi belum meluber karena lubang belum tersumbat sepenuhnya.

Pertanyaan besarnya: kapan sumbatnya?

Jawabannya kemungkinan ada di salah satu dari tiga peristiwa minggu ini.


Tiga Hari yang Akan Menentukan Arah April Ini

Tanggal Peristiwa Potensi Dampak
22 April Gencatan senjata AS-Iran berakhir Tinggi — ke dua arah 🔴🟢
Akhir April Pembahasan CLARITY Act di Senat AS Tinggi — berpotensi bullish kuat 🟢
28–29 April Rapat The Fed — terakhir Powell memimpin Sedang 🟡

Yang paling dekat dan paling sulit diprediksi adalah 22 April — dua hari lagi. Gencatan senjata antara Amerika dan Iran berakhir. Kalau kedua belah pihak sepakat memperpanjang atau bahkan mencapai perjanjian damai yang lebih permanen, pasar bisa merespons positif dan Bitcoin punya bahan bakar untuk akhirnya melewati $76.000. Kalau sebaliknya — konflik kembali memanas dan harga minyak melonjak — tekanan jual bisa datang dengan cepat.

Sementara itu, CLARITY Act makin mendekati garis finish. (CoinDesk) JPMorgan menyebut pembahasan sudah nyaris selesai. Kalau undang-undang ini disahkan, dampaknya ke Bitcoin bisa sangat besar — karena ini memberi kepastian hukum yang selama ini ditunggu-tunggu oleh bank-bank besar dan dana pensiun untuk masuk secara penuh.


Satu Fakta On-Chain yang Perlu Dicatat

Ada satu angka yang terus gue perhatikan: BlackRock sudah membeli Bitcoin 8 hari berturut-turut, dengan total masuk $1,34 miliar hanya dari IBIT saja. (Coin Edition)

Untuk konteks: $1,34 miliar itu sekitar Rp 21 triliun. Dalam delapan hari. Dari satu produk investasi saja.

Dan menariknya, kepala divisi aset digital BlackRock, Robert Mitchnick, menyebut bahwa investor IBIT mayoritas adalah tipe "beli dan pegang jangka panjang" — bukan spekulan yang bakal jual begitu ada untung kecil. (Tron Weekly)

Ini penting. Artinya Bitcoin yang masuk ke kantong mereka kemungkinan besar tidak akan kembali ke pasar dalam waktu dekat. Cadangan yang bisa dijual makin menipis, sementara permintaan terus datang.


Keputusan Gue Hari Ini

Keputusan gue hari ini: Beli secara bertahap.

Bukan sekaligus, tapi sedikit demi sedikit. Alasannya sederhana: fundamental kuat, institusi besar terus masuk, dan cadangan Bitcoin di bursa makin tipis. Tapi karena 22 April masih dua hari lagi dan hasilnya belum bisa dipastikan, masuk sekaligus terasa terlalu nekat.

Strategi gue: bagi dana menjadi tiga bagian. Sepertiga masuk sekarang, sepertiga lagi kalau 22 April lewat tanpa kejutan buruk, dan sepertiga terakhir nanti kalau CLARITY Act benar-benar disahkan.

Untuk jual? Belum ada alasan sama sekali — baik sebagian maupun seluruhnya.


⚠️ Tulisan ini adalah catatan pribadi yang kebetulan dipublikasikan secara terbuka. Bukan saran investasi, bukan rekomendasi beli atau jual, dan bukan ajakan untuk melakukan apapun dengan uang siapapun. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab masing-masing individu. Konsultasikan dengan pihak yang kompeten sebelum berinvestasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitocracy Bab 1: Kelahiran Bitcoin — Ketika Dunia Runtuh dan Seseorang Membangun Solusinya

1.1 Hari Ketika Sistem Memperlihatkan Wajah Aslinya Sebelum kita ngomongin Bitcoin, gue mau ngajak lo mundur dulu ke sebuah momen — momen di mana sistem keuangan dunia, yang selama ini lo percaya, tiba-tiba memperlihatkan wajah aslinya. 15 September 2008.  Hari itu, jutaan orang di seluruh dunia menyalakan TV mereka dan menyaksikan sesuatu yang gak pernah mereka bayangkan bakal terjadi: Lehman Brothers, salah satu bank investasi terbesar di Amerika Serikat dengan aset senilai $639 miliar, resmi mengajukan kebangkrutan.  Ini menjadi kebangkrutan korporasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat — dengan utang mencapai $613 miliar — yang memaksa ribuan karyawan kehilangan pekerjaan sekaligus menyeret perekonomian global yang sudah goyah ke dalam jurang yang jauh lebih dalam. NPR Kantor pusat Lehman Brothers di New York pada 15 September 2008, mengajukan permohonan kebangkrutan (Mark Lennihan/AP) Dalam hitungan jam, kepanikan menyebar ke seluruh penjuru dunia.  Kejatuhan ...

Bitocracy Bab 3: Bitcoin vs. Uang Konvensional — Dua Dunia yang Bertabrakan

3.1 Sejarah Singkat Uang: Dari Barter ke Kertas Di dua bab sebelumnya, kita sudah ngomongin mengapa Bitcoin lahir dan bagaimana cara kerjanya secara teknis.  Tapi sebelum kita bisa benar-benar menilai apakah Bitcoin adalah sesuatu yang revolusioner atau sekadar hype yang mahal, kita perlu mundur dulu dan bertanya satu pertanyaan yang kelihatannya sederhana tapi ternyata sangat dalam: Sebenarnya, apa itu uang? Bukan uang dalam artian "duit yang ada di dalam dompet."  Maksud gue, uang sebagai sebuah konsep.  Kenapa kita percaya bahwa selembar kertas bergambar Soekarno-Hatta itu punya nilai?  Siapa yang memutuskan?  Dan kalau jawabannya bisa berubah sepanjang sejarah — dan ternyata memang bisa — maka pertanyaan berikutnya menjadi sangat relevan: siapa bilang sistem yang kita pakai sekarang adalah yang gak akan pernah digantikan? Mari kita mulai dari awal. Sebelum ada uang, manusia bertransaksi dengan sistem barter.  Lo punya ayam, gue punya beras, kita ...

Bitocracy Bab 2: Cara Kerja Bitcoin — Mesin di Balik Uang

2.1 Apa Itu Blockchain? Di bab sebelumnya, kita sudah ngomongin mengapa Bitcoin lahir — kemarahan terhadap sistem yang rusak, krisis 2008, skandal Bank Century, dan impian sekelompok kriptografer tentang uang yang benar-benar bebas.  Tapi mengetahui motivasinya saja belum cukup.  Sekarang kita masuk ke pertanyaan yang lebih menantang:  bagaimana sebenarnya cara kerjanya? Karena kalau Bitcoin mau jadi pengganti ratusan tahun infrastruktur perbankan, ia harus berdiri di atas pondasi yang jauh lebih kuat dari sekadar niat baik dan semangat revolusi. Jawabannya dimulai dari satu kata yang mungkin sudah sering lo dengar, tapi hampir pasti masih kabur di kepala:  Blockchain . Kata ini sudah jadi salah satu kata paling sering dipakai sekaligus paling sering disalahpahami.  Dipakai startup biar kedengaran canggih.  Dipakai politisi yang nggak ngerti tapi pengen kedengeran melek teknologi.  Dan dipakai orang-orang di warung kopi yang baru beli Bitcoin tig...