Langsung ke konten utama

Catatan Harian Bitcoin #011: The Fed Bikin Kejutan di Rapat Terakhir Powell — dan Bitcoin Langsung Merasakannya


30 April 2026, 08:00 WIB

Dini hari tadi, sekitar pukul 01.00 WIB, Jerome Powell naik podium untuk terakhir kalinya sebagai Ketua The Fed. Hasilnya sudah bisa ditebak — suku bunga tetap tidak berubah di 3,5%–3,75%. Tapi yang tidak bisa ditebak adalah apa yang terjadi di balik keputusan itu.

Rapat kali ini berakhir dengan suara 8 berbanding 4 — perpecahan terbesar dalam rapat The Fed dalam beberapa tahun terakhir. Empat anggota mau memangkas suku bunga sekarang. Delapan lainnya menolak. Dan Powell menutup rapat terakhirnya dengan satu pesan yang cukup keras: jalan menuju pemangkasan suku bunga kini lebih sulit dari sebelumnya.

Bitcoin merespons dengan turun. Pagi ini harga berada di $76.308 — turun dari $77.160 kemarin. (Phemex)


Apa Artinya Suara 8-4 Itu?

Dalam sejarah The Fed, perpecahan suara seperti ini jarang terjadi dan selalu menjadi sinyal bahwa ada ketegangan internal yang serius di dalam lembaga tersebut.

Yang menarik adalah arah perpecahannya: empat anggota justru ingin memangkas suku bunga sekarang — di tengah inflasi yang masih tinggi akibat harga minyak. Artinya sebagian dari mereka sudah mulai lebih khawatir soal perlambatan ekonomi daripada soal inflasi. Tapi mayoritas masih berpegang teguh: selama harga minyak belum turun dan inflasi belum jinak, pemangkasan suku bunga belum bisa dilakukan.

Untuk Bitcoin, ini kabar yang kurang menyenangkan dalam jangka pendek. Suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama berarti dolar Amerika cenderung lebih kuat, dan itu biasanya menekan harga Bitcoin.


Tapi Ada Satu Hal yang Gue Perhatikan

Di tengah semua tekanan ini, ada sesuatu yang menarik perhatian gue: Bitcoin berhasil memantul dari $75.600 kemarin sebelum naik kembali ke $77.000-an.

Level $75.600 itu bukan angka sembarangan. Itu adalah area di mana banyak pembeli baru masuk pertama kali sejak bulan Februari — titik rata-rata biaya beli mereka. Ketika harga turun ke sana dan langsung dipantulkan ke atas, itu menandakan bahwa pembeli di level itu tidak mau menyerah dan menjual rugi. Mereka memilih untuk bertahan.

Ini sinyal kecil tapi penting: ada lapisan permintaan yang cukup kuat di bawah $76.000.

Di sisi lain, ada tembok jual besar yang menumpuk di sekitar $80.400–$82.000 — beberapa posisi jual senilai masing-masing sekitar Rp 52 miliar sudah dipasang di sana dan siap memotong kenaikan kalau Bitcoin mencoba menembus level itu.

Jadi gambaran sederhananya: Bitcoin sedang terjepit di antara lantai $74.000–$76.000 di bawah dan tembok $80.000–$82.000 di atas. Sampai salah satu sisi ini jebol, harga kemungkinan akan terus bergerak bolak-balik di rentang ini.


Pergantian Kepala The Fed: Babak Baru yang Belum Terbaca

Mulai Mei nanti, The Fed akan dipimpin oleh Kevin Warsh — sosok baru yang akan dikonfirmasi Senat hari ini juga. (CNBC)

Warsh dikenal dekat dengan Wall Street dan punya rekam jejak selama krisis keuangan 2008. Pasar melihatnya sebagai figur yang stabil. Tapi bagaimana tepatnya kebijakan suku bunga akan berubah di bawah kepemimpinannya — belum ada yang tahu dengan pasti. Rapat perdananya baru akan digelar Juni nanti.

Ketidakpastian ini sendiri sudah cukup untuk membuat pasar sedikit menahan diri.


Selamat Tinggal April, Halo Mei

Hari ini adalah hari terakhir di bulan April. Dan terlepas dari semua gejolaknya, April 2026 sebenarnya adalah bulan yang cukup baik untuk Bitcoin. Harga naik lebih dari 13% sepanjang bulan ini — kinerja bulanan terbaik sejak April tahun lalu. (CoinDesk)

Lalu bagaimana prospek Mei? Secara historis, Mei adalah bulan yang lebih bervariasi untuk Bitcoin — tidak sekonsisten April. Tapi ada beberapa katalis yang bisa menggerakkan pasar secara signifikan: rapat perdana Warsh sebagai Ketua The Fed baru di Juni, perkembangan CLARITY Act, dan apakah negosiasi damai AS-Iran menemukan titik terang baru.


Keputusan Gue Hari Ini

Keputusan gue hari ini: Hold — tapi mulai siapkan diri untuk kemungkinan koreksi lebih dalam di awal Mei.

Hasil rapat The Fed tadi malam mengubah sedikit kalkulasi gue. Bukan karena hasilnya mengejutkan — memang sudah diduga tidak ada perubahan — tapi karena nada bicaranya lebih keras dari yang diperkirakan banyak orang. Sinyal bahwa jalan menuju pemangkasan suku bunga semakin sulit berarti salah satu katalis terbesar untuk kenaikan Bitcoin di jangka pendek semakin jauh.

Thesis jangka menengah gue belum berubah: institusi masih masuk, cadangan di bursa masih menipis, regulasi sedang bergerak ke arah yang lebih bersahabat. Tapi dalam beberapa pekan ke depan, volatilitas bisa meningkat seiring pasar menyesuaikan diri dengan pemimpin The Fed baru dan perkembangan di Timur Tengah.

Untuk jual? Kalau harga turun dan menembus $73.899 dengan volume besar dan tidak langsung balik, itu adalah sinyal yang akan membuat gue mempertimbangkan untuk lepas sebagian — bukan panik jual semuanya, tapi mengurangi posisi untuk jaga-jaga. Untuk saat ini, belum sampai ke sana.


⚠️ Tulisan ini adalah catatan pribadi yang kebetulan dipublikasikan secara terbuka. Bukan saran investasi, bukan rekomendasi beli atau jual, dan bukan ajakan untuk melakukan apapun dengan uang siapapun. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab masing-masing individu. Konsultasikan dengan pihak yang kompeten sebelum berinvestasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Empat Hari Hijau. Hari Ini Devisa Bicara.

Catatan pagi Jumat, 8 Mei 2026 Pre-market IHSG kemarin tembus 7.174. Reli empat hari beruntun. Tapi pagi ini indeks langsung berbalik turun begitu buka — dan satu data penting rilis hari ini yang bisa mengubah segalanya. Kemarin IHSG tutup di 7.174,32 — naik 1,15%. Empat hari hijau berturut-turut. Menyentuh intraday high 7.207 sebelum akhirnya pullback. Sektor kesehatan memimpin (+2,01%), diikuti keuangan (+1,98%) dan properti (+1,32%). PANI, BBRI, dan BBCA jadi motor utama. Tapi pagi ini ceritanya berbeda. DataIndonesia.id melaporkan IHSG dibuka menguat ke 7.182, lalu berbalik turun ke 7.164 di menit-menit awal. Rupiah pagi ini juga melemah. Pasar tampak menahan diri — semua mata tertuju ke satu angka yang rilis hari ini pukul 10.00 WIB. IHSG KEMARIN 7.174 (+1,15%) IHSG PAGI INI 7.164 (berbalik) WTI USD 93,2 YTD IHSG −16,98% BI RATE 4,75% Satu data yang jadi pusat gravitasi hari ini Cadang...

$80.000 Akhirnya Jebol — Gara-gara "Project Freedom" Trump di Selat Hormuz

5 Mei 2026, 08:00 WIB Semalam terjadi sesuatu yang sudah empat kali gagal terjadi selama dua bulan terakhir. Bitcoin akhirnya menembus $80.000. Tepatnya dini hari tadi ketika sesi perdagangan Asia di Singapura dibuka, Bitcoin menyentuh $80.529 — level tertinggi sejak 31 Januari. Setelah berbulan-bulan dihadang di angka itu, tembok $80.000 akhirnya jebol juga. ( 24/7 Wall St. ) Dan katalisnya bukan laporan Strategy, bukan CLARITY Act, bukan data ETF — melainkan pengumuman militer dari Gedung Putih bernama "Project Freedom." Apa Itu "Project Freedom"? Kemarin malam, Trump mengumumkan operasi militer Amerika bernama "Project Freedom" — sebuah misi untuk mengawal kapal-kapal dagang yang terjebak di Selat Hormuz agar bisa melintas dengan aman mulai Senin pagi waktu Timur Tengah. ( 24/7 Wall St. ) Ini bukan perjanjian damai. Tapi ini adalah tanda bahwa jalur perdagangan minyak dunia yang selama dua bulan terakhir tersumbat akan mulai terbuka kem...

Bitocracy Bab 14: Disinformasi, Media, dan Manipulasi Pasar — Jangan Percaya Begitu Saja

14.1 Bagaimana Narasi Media Menggerakkan Harga Bitcoin Ada sebuah eksperimen sederhana yang bisa lo coba sendiri. Buka Google Berita, ketik "Bitcoin", lalu perhatikan judulnya.  Kalau harga lagi naik, judulnya berbunyi: "Bitcoin Meroket, Saatnya Masuk Pasar?"   Kalau harga lagi turun, judulnya berbunyi: "Bitcoin Ambruk, Investor Panik Besar-Besaran."   Kalau harga lagi stagnan, judulnya berbunyi: "Bitcoin Menunggu Katalis, Ke Mana Arah Selanjutnya?" Gak ada yang benar-benar memberitahu lo sesuatu yang berguna.  Tapi semuanya berhasil membuat lo merasa harus melakukan sesuatu. Pergerakan harga aset kripto sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar, berita, dan narasi yang berkembang.  Setiap kali ada berita positif — adopsi perusahaan besar, kemajuan teknologi, regulasi yang menguntungkan — harga bisa melonjak karena kepercayaan investor ikut naik.  Sebaliknya, berita negatif seperti peretasan, penipuan, atau larangan regulasi bisa memicu penuruna...