IHSG tutup kemarin di 7.092. Sudah tiga hari beruntun naik. Dan gue masih belum tahu harus senang atau skeptis.
Rabu kemarin IHSG tutup di 7.092 — naik 0,50% atau 35 poin. Tiga hari beruntun menguat. Tapi yang bikin gue berhenti sejenak pagi ini: Kontan melaporkan bahwa di balik penguatan itu, investor asing masih net sell Rp484 miliar di pasar reguler. Kemarin. Dan sehari sebelumnya, Rp318 miliar juga keluar.
Jadi siapa yang beli? Rupanya investor domestik — ritel dan institusi lokal — yang menopang. Itu bukan berita buruk, tapi juga bukan sinyal yang kuat bahwa situasi sudah benar-benar berubah.
Yang paling menarik dari semalam: minyak ambruk
WTI turun hampir 9% ke USD 93,2 per barel. Brent turun 7,75%. Pemicunya: Trump bicara soal jeda operasi maritim AS di Selat Hormuz sebagai sinyal membuka ruang diplomasi dengan Iran. Dia juga menyebut akan membahas situasi Iran bareng Xi Jinping di pertemuan puncak 14–15 Mei mendatang.
Kalau minyak beneran melandai dari sini, ini sebenarnya kabar bagus buat Indonesia yang masih net importer energi. Tekanan neraca perdagangan bisa sedikit berkurang, dan rupiah punya ruang untuk menguat pelan-pelan. Tapi "jeda" bukan "selesai" — gue masih pantau ini.
Hari ini: prediksinya terbatas, data pentingnya besok
Gue baca beberapa analis pagi ini, nadanya hampir seragam: penguatan hari ini ada, tapi ruangnya sempit.
Level yang jadi perhatian hari ini:
Kalender ekonomi hari ini relatif sepi — tidak ada rilis data besar. Pasar masih mencerna APBNKITA dari Menkeu Purbaya kemarin: pendapatan negara Q1 tumbuh 10%, defisit dijaga di bawah 3%, inflasi ditarget 2,4%. Angka-angka yang kedengarannya solid, tapi pasar butuh lebih dari sekadar angka untuk balik percaya.
Data yang benar-benar ditunggu: Cadangan Devisa April 2026 — rilis besok pagi (Jumat, 8 Mei) sekitar pukul 10.00 WIB. Maret kemarin angkanya USD 148,2 miliar. Naik atau turun dari situ akan jadi indikator penting soal seberapa keras BI harus bekerja menjaga rupiah selama April yang penuh gejolak itu.
Saham-saham yang masuk radar pagi ini
Ini yang gue lihat dari beberapa riset harian yang beredar. Bukan rekomendasi, hanya catatan gue sendiri soal apa yang banyak disebut.
Satu hal yang terus gue ingat pagi ini
Tiga hari hijau beruntun itu bagus secara teknikal. Tapi Kontan mencatat bahwa LQ45 masih turun 19,35% YTD, IDX80 turun 18,95%. IHSG sendiri minus 17,98%. Tiga hari hijau di tengah lubang sedalam itu lebih terasa seperti nafas sejenak, bukan balik arah.
Yang gue tunggu beneran: sinyal dari MSCI (sekitar Juni), arah rupiah setelah cadangan devisa rilis besok, dan apakah Trump-Xi soal Iran pada 14–15 Mei menghasilkan sesuatu yang konkret atau cuma foto bersama.

Komentar
Posting Komentar