4.1 Dari $0 ke $1: Tahun-Tahun Awal
Di bab-bab sebelumnya, kita sudah paham mengapa Bitcoin lahir, bagaimana mesinnya bekerja, dan apa yang membedakannya dari Rupiah atau Dolar yang kita gunakan sehari-hari.
Sekarang kita masuk ke bagian yang biasanya jadi alasan pertama orang penasaran soal Bitcoin — kadang juga jadi alasan utama seseorang menyesal:
Harganya.
Dan untuk memahami harga Bitcoin hari ini, kita harus mulai dari sebuah fakta yang kedengarannya seperti lelucon:
Bitcoin pernah tidak bernilai sama sekali.
Bukan murah.
Bukan kecil.
Nol.
Tidak ada harga.
Sepanjang 2009...
Siapapun yang mau bisa menambang Bitcoin menggunakan komputer biasa di rumah — laptop lama, PC kantor, tidak masalah.
Tapi tidak ada yang mau membeli, tidak ada yang menjual, tidak ada pasar.
Koin-koin itu ada di dompet digital para penambang awal, tapi nilainya setara dengan file komputer biasa — yang artinya tidak ada nilainya sama sekali.
Data tertua yang bisa ditemukan soal transaksi Bitcoin berasal dari akhir 2009, ketika seorang pengguna di forum BitcoinTalk menukar 5.050 BTC seharga $5,02 melalui PayPal — menempatkan harga satu koin di angka $0,00099. CoinCodex
Kalau saat itu lo punya uang Rp 50.000 dan nekat membelinya, lo bisa dapat sekitar 100.000 koin lebih.
Sekarang, dengan harga Bitcoin saat ini, jumlah itu nilainya bisa melampaui total gaji seumur hidup hampir semua orang Indonesia yang bekerja di sektor formal.
Tapi tentu saja, tidak ada yang tahu itu akan terjadi.
Sepanjang 2010, harga Bitcoin bergerak sangat lambat dan tidak pernah menembus $1.
Harga tercatat pertama kali setara sekitar seper-sepuluh sen, dan tahun 2010 ditutup di sekitar $0,30 per koin. SoFi
Dalam konteks inilah transaksi pizza Laszlo Hanyecz terjadi — lo ingat dari Bab 1 — 10.000 Bitcoin untuk dua loyang pizza.
Pada saat itu bukan keputusan bodoh.
Bahkan mungkin terasa mahal untuk sesuatu yang masih abstrak dan belum pernah dipakai beli apapun sebelumnya.
Barulah 2011 semuanya mulai berubah.
Pada 9 Februari 2011, Bitcoin mencapai nilai $1 untuk pertama kalinya.
Beberapa bulan kemudian di bulan Juni, harga satu Bitcoin menyentuh $10, lalu $30 di bursa Mt. Gox — kenaikan 100 kali lipat hanya dari awal tahun itu yang masih di sekitar $0,30. Bitbo
Di forum-forum internet waktu itu, ada yang merayakannya dengan istilah "parity party" — pesta paritas, merayakan momen Bitcoin setara dengan satu Dolar AS.
Kedengarannya receh sekarang.
Tapi bagi komunitas kecil yang sudah percaya pada proyek ini selama dua tahun, itu adalah momen yang sangat bermakna: dunia baru saja mengakui bahwa sesuatu yang dibuat dari kode dan matematika bisa bernilai nyata.
Sayangnya, euforia itu tidak bertahan lama.
Pada 19 Juni 2011, serangkaian transaksi curang menyebabkan harga Bitcoin di bursa Mt. Gox jatuh secara artifisial menjadi satu sen — setelah seorang hacker diduga menggunakan kredensial yang dikompromikan milik auditor Mt. Gox untuk mentransfer banyak Bitcoin ke dirinya sendiri secara ilegal. Wikipedia
Dalam hitungan menit, harga yang sempat di atas $17 runtuh nyaris ke nol.
Ini adalah pelajaran pertama — dan sangat menyakitkan — tentang sifat Bitcoin yang belum berubah sampai hari ini: harganya bisa naik seperti roket, dan jatuh seperti batu yang dilempar dari puncak Monas.
4.2 Bull Run 2013 dan 2017
Setelah gejolak liar 2011, Bitcoin menghabiskan 2012 dalam kondisi tenang dan membosankan.
Harganya bergerak di kisaran $5 hingga $13.
Tidak ada yang dramatis.
Tapi di bawah permukaan, sesuatu sedang dibangun: komunitas semakin besar, lebih banyak bisnis mulai menerima Bitcoin, dan pada November 2012 — halving pertama terjadi.
Lalu datanglah 2013, dan dunia mulai benar-benar memperhatikan.
Bitcoin mengalami bull run pertama pasca-halving di tahun itu.
Harga dimulai dari sedikit di atas $13, menguat ke $26 dalam sebulan, lalu melonjak ke $268 di bulan April sebelum jatuh 80% hanya dalam tiga hari. Bitcoin Magazine
Tapi itu baru pemanasan.
Bitcoin bangkit lagi, dan di akhir 2013, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya akhirnya terwujud.
Bitcoin menembus $1.000 untuk pertama kalinya pada November 2013, dan mencatatkan pertumbuhan +5.575% sepanjang tahun itu.
Tahun 2013 juga menjadi tahun ketika Bitcoin mulai populer di luar kalangan IT dan keuangan. CoinCodex
Coba bayangkan:
Dari $13 di Januari ke $1.156 di puncaknya.
Dalam satu tahun kalender.
Tapi euforia 2013 langsung diikuti oleh kabar yang paling merusak kepercayaan di awal sejarah Bitcoin.
Pada Februari 2014, Mt. Gox — bursa Bitcoin terbesar di dunia yang saat itu menangani 70% dari seluruh volume perdagangan Bitcoin global — mengidentifikasi bahwa mereka kehilangan lebih dari 740.000 Bitcoin akibat para hacker secara diam-diam — sekitar 6% dari seluruh Bitcoin yang beredar saat itu. Milk Road
Kepercayaan runtuh.
Yang mengikutinya adalah bear market selama dua tahun yang melihat harga Bitcoin turun dari sekitar $1.000 hingga ke $218. OANDA
Para kritikus bersorak: "Nah, gue bilang apa. Bitcoin sudah tamat."
Tapi Bitcoin tidak tamat.
Ia berhibernasi.
Lompat ke 2017.
Ini adalah tahun yang akan selalu diingat oleh siapapun yang hidup melewatinya — baik yang cuan gila-gilaan maupun yang rugi dan menyesal berbulan-bulan.
Kalau lo orang Indonesia yang aktif di media sosial tahun itu, pasti lo ingat suasananya.
Tiba-tiba semua orang ngomongin Bitcoin.
Bull run 2017 ditandai dengan tingginya perhatian media dan minat investor ritel yang dipicu oleh boom Initial Coin Offering (ICO), dengan Bitcoin melesat dari sekitar $1.000 di Januari hingga hampir $20.000 di bulan Desember — kenaikan 1.900% hanya dalam satu tahun. KuCoin
Semua orang merasa ini adalah tiket ke kebebasan finansial.
Dan bagi sebagian orang yang masuk lebih awal, memang begitu kenyataannya.
Tapi seperti yang selalu terjadi ketika semua orang serentak percaya bahwa harga hanya akan naik — gelembung itu pecah.
Pada 27 Desember 2017, investor mulai mengambil keuntungan dari apa yang sudah jelas merupakan gelembung harga, dan Bitcoin mulai terjun bebas.
Pada Desember 2018, Bitcoin sudah turun 84% dari puncaknya. Yahoo Finance
Bagi jutaan orang Indonesia yang masuk di puncak euforia itu — setelah baca tips di grup Telegram, atau lihat tetangga beli mobil baru dari kripto — ini adalah pukulan yang sangat menyakitkan.
Total kapitalisasi pasar kripto global melonjak dari $16 miliar ke puncak $535 miliar sepanjang 2017, tumbuh lebih dari 3.200% dalam setahun.
Di 2018, pasar jatuh dan kehilangan lebih dari $400 miliar kapitalisasi hanya dalam satu tahun. ScienceDirect
Itulah pertama kalinya banyak orang Indonesia belajar pelajaran paling mahal dalam investasi: beli karena hype adalah cara tercepat kehilangan uang.
4.3 Crash, Bear Market, dan Kebangkitan
Setelah puncak 2017, dunia memasuki apa yang kemudian dikenal sebagai "Crypto Winter" pertama.
Harga Bitcoin anjlok lebih dari 80% hingga serendah $3.100 dari akhir 2017 hingga Desember 2018 — sebuah periode yang ditandai dengan boom-and-bust ICO dan beberapa bank besar yang membatalkan rencana masuk ke pasar kripto. Al Jazeera
Kalimat yang paling sering gue dengar selama periode ini: "Tuh kan. Sudah gue bilang dari dulu. Sudah tamat tuh Bitcoin."
Dan kalau lo hanya lihat grafiknya, memang terlihat seperti sekarat.
Tapi ada sesuatu yang menarik terjadi di balik layar selama bear market itu: para developer tidak berhenti bekerja.
Infrastruktur dibangun.
Lightning Network — lapisan transaksi yang lebih cepat di atas Bitcoin — mulai dikembangkan.
Perusahaan-perusahaan besar mulai diam-diam membangun sistem kustodian untuk menyimpan kripto dalam jumlah besar.
Orang-orang yang benar-benar percaya pada Bitcoin tidak kemana-mana. Mereka membangun sambil semua orang lain ketakutan.
Kemudian datang Maret 2020.
Pandemi Covid-19 menghantam dunia.
Pasar saham global runtuh dalam kepanikan — IHSG kita pun tidak luput, sempat anjlok lebih dari 30% hanya dalam beberapa minggu.
Bitcoin ikut jatuh hampir 50% dalam satu hari.
Para skeptis merasa benar kembali.
Tapi kemudian terjadi sesuatu yang tidak terduga.
Bank-bank sentral di seluruh dunia, termasuk Federal Reserve AS dan Bank Indonesia, mulai menggelontorkan stimulus dalam jumlah yang belum pernah ada dalam sejarah umat manusia untuk menyelamatkan ekonomi dari dampak pandemi.
Suku bunga dipangkas.
Uang dicetak.
Kekhawatiran inflasi meledak.
Dan tiba-tiba...
Narasi "Bitcoin sebagai lindung nilai inflasi" — yang selama ini terdengar seperti dalih para fanatik kripto — mulai terdengar sangat relevan bagi orang-orang yang jauh lebih serius.
Termasuk orang-orang di Wall Street yang sebelumnya menertawakan Bitcoin.
Bull run 2020-2021 yang didorong oleh adopsi institusional mendorong Bitcoin dari sekitar $8.000 di awal 2020 hingga lebih dari $64.000 pada April 2021 — kenaikan 700% dalam waktu kurang dari dua tahun. KuCoin
Di Indonesia, efeknya terasa nyata.
Berdasarkan data Bappebti, jumlah total investor kripto di Indonesia mencapai 20,16 juta orang hingga April 2024 — dan hingga Juni 2024, jumlah investor Bitcoin di Indodax hampir empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan mencapai 289,24 persen. KONTAN
Satu platform saja, Indodax, melaporkan volume perdagangan mencapai Rp 29 triliun hanya dalam satu kuartal.
Ini bukan lagi komunitas niche anak-anak IT.
Ini sudah jadi fenomena nasional.
Lalu siklus berulang lagi.
Bitcoin mencapai rekor baru di $68.789 pada November 2021.
Kemudian turun.
Kemudian ada skandal besar: bursa kripto FTX — yang saat itu bernilai puluhan miliar dolar — kolaps dalam hitungan hari pada November 2022 akibat penipuan berskala masif oleh pendirinya sendiri, Sam Bankman-Fried, yang kemudian divonis bersalah dan dihukum 25 tahun penjara.
Bitcoin mencapai titik terendah di sekitar $15.479 pada akhir 2022. StealthEX
Sekali lagi, para skeptis bersorak.
Tapi sekali lagi, mereka keliru.
4.4 All-Time High dan Siklus Pasar
Kalau lo perhatikan pola yang terjadi berulang kali sepanjang sejarah Bitcoin, ada sebuah ritme yang cukup konsisten untuk tidak bisa dianggap kebetulan belaka:
Naik → Jatuh → Sepi → Naik Lebih Tinggi.
Dan hampir selalu, titik terendah setelah setiap crash masih lebih tinggi dari titik terendah crash sebelumnya.
Pola ini terlihat jelas di sekitar setiap halving:
Halving 2012 diikuti bull run 2013 yang membawa Bitcoin dari $13 ke atas $1.000.
Halving 2016 diikuti reli yang memuncak mendekati $20.000 pada 2017.
Halving 2020 diikuti rekor baru $69.000 pada 2021.
Dan halving 2024 diikuti rekor baru yang melampaui $126.000 pada 2025. CoinTracker
Setiap siklus, puncaknya lebih tinggi.
Setiap bear market, dasarnya masih lebih tinggi dari dasar siklus sebelumnya.
Setelah setiap crash besar — baik kolapsnya Mt. Gox 2014 maupun Crypto Winter 2022 — Bitcoin merebut kembali kerugiannya dan mencapai rekor tertinggi baru dalam dua hingga tiga tahun. OANDA
Ada sebuah situs yang khusus mendokumentasikan setiap kali seseorang menyatakan Bitcoin sudah mati secara publik.
Hingga hari ini, jumlah "kematian" Bitcoin yang sudah tercatat melampaui 400 kali.
Bitcoin tampaknya memiliki kemampuan untuk mati dan bangkit kembali yang jauh melebihi tokoh-tokoh fiksi manapun.
Rekor harga tertinggi Bitcoin saat ini berada di $126.000, yang dicapai pada Oktober 2025. StealthEX
Perjalanan dari $0,00099 pada 2009 ke $126.000 pada 2025 adalah perjalanan yang tidak ada aset lain dalam sejarah keuangan modern yang pernah menandinginya.
Tapi perlu gue tekankan satu hal sebelum lo terlalu bersemangat membaca semua angka ini: ini adalah data historis.
Bukan jaminan masa depan.
Bukan undangan untuk gadaikan rumah dan taruh semua uang di Bitcoin.
Kita akan bahas cara berpikir yang lebih matang soal ini di Bab 5.
4.5 Masuknya Institusi: MicroStrategy, Tesla, dan Seterusnya
Kalau lo ikuti sejarah harga Bitcoin dari awal sampai sini, lo mungkin sadar ada yang berbeda sejak 2020.
Bull run sebelumnya hampir seluruhnya didorong oleh individu biasa — orang-orang yang beli karena baca artikel, lihat video YouTube, atau dapat rekomendasi dari grup Telegram.
Spekulasi ritel murni.
Tapi sejak 2020, ada pemain baru yang masuk dengan uang yang jauh lebih besar, strategi yang jauh lebih serius, dan — yang paling penting — dengan reputasi yang membuat orang-orang yang selama ini menertawakan Bitcoin terpaksa mulai melirik ulang.
Mereka adalah institusi.
Tanggal yang akan dicatat dalam sejarah Bitcoin adalah 10 Agustus 2020.
Pada hari itu, MicroStrategy — perusahaan perangkat lunak yang sebelumnya tidak ada hubungannya dengan kripto — melakukan pembelian Bitcoin pertamanya, menandai dimulainya transformasi yang akan secara fundamental mengubah pasar. Yellow
MicroStrategy memulai dengan pembelian Bitcoin senilai $250 juta pada 2020.
Tesla mengikutinya — dan pesannya jelas: Bitcoin bukan lagi hanya untuk trader ritel. Altrady
Tesla lebih spesifiknya mengumumkan pembelian Bitcoin senilai $1,5 miliar pada Februari 2021.
Pengumuman itu mendorong Bitcoin ke rekor tertinggi baru mendekati $50.000 dan menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan besar bersedia menyimpan mata uang kripto di neraca keuangan mereka. Yellow
Tapi...
Puncak dari semua ini datang pada 10 Januari 2024, ketika Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat akhirnya menyetujui spot Bitcoin ETF pertama.
Persetujuan itu menandai momen ketika kripto secara resmi menjadi "taman bermain" Wall Street — menarik $107 miliar dalam arus masuk institusional dalam tahun pertama. Yellow
Dan siapa yang memimpin gerakan ini?
BlackRock — manajer aset terbesar di dunia, yang mengelola lebih dari $11 triliun dana milik jutaan pensiunan, guru, perawat, dan pekerja dari seluruh penjuru dunia.
iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menjadi peluncuran ETF paling sukses dalam sejarah, mencapai $50 miliar aset dalam hanya 11 bulan. FX Empire
Di Indonesia, efek dari semua ini terasa langsung.
Bappebti mencatat total nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang 2024 mencapai Rp 650,61 triliun — meningkat 335,91% dari 2023 yang hanya Rp 149,25 triliun.
Jumlah pelanggan aset kripto hingga Desember 2024 mencapai 22,91 juta orang. Ministry of Trade of Indonesia
Untuk konteks: jumlah investor kripto Indonesia sekarang lebih banyak dari total populasi beberapa negara di dunia.
Indonesia bahkan menempati peringkat ketiga dalam Global Crypto Adoption Index 2024 — artinya, secara adopsi, kita adalah salah satu negara yang paling agresif masuk ke kripto di seluruh dunia. Hukumonline
Tapi di sinilah ada paradoks yang gue ingin lo renungkan.
Bitcoin lahir sebagai respons terhadap bailout bank.
Satoshi menanamkan protes terhadap sistem keuangan yang dikuasai institusi besar langsung ke dalam Genesis Block.
Para Cypherpunk bermimpi tentang uang yang bebas dari kendali korporasi.
Dan sekarang...
BlackRock — simbol paling sempurna dari kapitalisme Wall Street mainstream — adalah salah satu pemegang Bitcoin terbesar di planet ini.
Strategy Inc. — nama baru MicroStrategy — menyimpan lebih dari 553.000 BTC per April 2025, dan imbal hasil saham mereka dalam satu tahun mencapai 257% — jauh melampaui S&P 500 yang hanya 6,02% dalam periode yang sama. Crypto.com
Ada yang berargumen bahwa ini adalah pengkhianatan terhadap idealisme awal Bitcoin — bahwa janji "jadilah bank lo sendiri" kini digantikan dengan "biar BlackRock yang jadi bank lo."
Ada pula yang berargumen ini justru adalah tanda kedewasaan Bitcoin — bahwa untuk menjadi penyimpan nilai global yang sesungguhnya, Bitcoin memang harus melewati fase adopsi institusional seperti emas yang juga dipegang oleh bank sentral di seluruh dunia.
Tidak ada jawaban yang mudah. Dan gue gak akan memaksakan jawaban itu ada.
Yang tidak bisa diperdebatkan adalah angka-angkanya.
Dari $0,00099 ke $126.000.
Dari transaksi forum yang dibayar lewat PayPal ke ETF yang dikelola oleh manajer aset terbesar di dunia.
Dari eksperimen niche yang diabaikan akademisi ke aset yang sekarang dipegang dalam portofolio investasi jutaan orang Indonesia.
Ini adalah salah satu perjalanan harga paling luar biasa dalam sejarah keuangan manusia.
Dan berdasarkan semua yang sudah lo baca sejauh ini — mulai dari asal-usulnya, cara kerjanya, perbandingannya dengan uang konvensional, hingga riwayat harganya — lo sekarang punya konteks yang cukup untuk mulai berpikir tentang pertanyaan yang paling banyak orang tanyakan:
Apakah ini layak dijadikan investasi?
Itu yang akan kita bongkar habis di bab berikutnya.
Komentar
Posting Komentar